Pada Verval ditemukan Data dobel / beberapa data dengan nama Kepala Keluarga yang sama, bagaimana solusinya?
Jika ditemukan ada beberapa nama Kepala Keluarga yang dobel, tidak dapat langsung dipastikan bahwa ada kesalahan pada Aplikasi.
Langkah yang harus dilakukan juga berbeda tergantung kondisinya.
Silakan cek tiap data Keluarga yang dobel-dobel tersebut secara detail, bandingkan isi datanya, termasuk berapa jumlah dan nama-nama masing-masing anggota keluarganya, lalu ikuti petunjuk di bawah ini:
▶️ Kondisi #1:
Jika ternyata isinya persis sama baik Kepala Keluarga maupun semua anggota keluarga lainnya
Penyebab:
Kemungkinan ada input dobel saat pelaksanaan PK/PPK
Yang harus dilakukan:
Pilih salah satu untuk diverval dengan status “Keluarga Ada”, dan sisanya diverval dengan status “Keluarga Tidak Ditemukan”.
Catatan: sebaiknya urutan yang diverval terlebih dahulu adalah keluarga yang akan diberi status “Keluarga Tidak Ditemukan”, dan terakhir barulah verval keluarga yang akan diberi status “Keluarga Ada”
▶️ Kondisi #2:
Jika ternyata nama Kepala Keluarganya sama, namun NIK-nya berbeda, istri dan anggota lainnya juga berbeda, berarti itu adalah kondisi dimana kebetulan saja nama Kepala Keluarganya sama tetapi sebenarnya bukan orang yang sama.
Penyebab:
Beda orang, beda keluarga, hanya kebetulan saja nama Kepala Keluarganya sama.
Yang harus dilakukan:
Dalam kondisi ini maka tiap data Keluarga tersebut harus diverval sendiri-sendiri, karena anggota keluarganya berbeda.
▶️ Kondisi #3:
Jika ternyata nama Kepala Keluarga dan NIK sama, namun nama istrinya berbeda, berarti itu adalah kondisi dimana seorang suami memiliki lebih dari 1 istri.
Penyebab:
Suami yang memiliki lebih dari 1 istri memang harus diinput sebagai data Keluarga yang terpisah untuk masing-masing istrinya (nama suami yang sama, dengan nama istri yang berbeda).
Yang harus dilakukan:
Dalam kondisi ini maka tiap data Keluarga tersebut harus diverval sendiri-sendiri, karena anggota keluarganya berbeda.
▶️ Kondisi #4:
Jika ada salah satu data Keluarga yang isinya paling lengkap, sedangkan data Keluarga yang lainnya tidak lengkap (misal: hanya ada Kepala Keluarganya saja)
Penyebab:
Operator SIGA saat melakukan input R1 Pelayanan KB (YanKB) tidak sesuai SOP, yaitu memilih menggunakan metode MANUAL untuk data akseptor yang sebenarnya sudah ada dalam SIGA.

Seperti diketahui, input YanKB dengan metode MANUAL akan otomatis menambahkan Keluarga baru pada SIGA.
Tiap kali Operator SIGA menginput dengan cara MANUAL tersebut, maka data Keluarga pada SIGA juga akan bertambah sehingga menjadi dobel-dobel.
Aplikasi Verval adalah bagian dari SIGA, sehingga data yang dobel-dobel tersebut akan muncul juga di Aplikasi Verval.
Seharusnya input metode MANUAL hanya digunakan jika data akseptor belum ada dalam SIGA.
Yang harus dilakukan:
- Keluarga yang ditemukan isi datanya paling lengkap tersebut diverval dengan status “Keluarga Ada”, dan sisanya diverval dengan status “Keluarga Tidak Ditemukan”.
- Catatan: sebaiknya urutan yang diverval terlebih dahulu adalah keluarga yang akan diberi status “Keluarga Tidak Ditemukan”, dan terakhir barulah verval keluarga datanya yang paling lengkap, yaitu yang akan diberi status “Keluarga Ada”.
- Operator SIGA saat melakukan input R1 YanKB untuk tidak menggunakan metode MANUAL untuk data akseptor sudah ada dalam SIGA, agar tidak terus menerus muncul lagi data dobel-dobel, yang pastinya akan membuat bingung dan menambah pekerjaan Kader.